Sekejap

Jumat, Desember 18, 2015



Yang datang dari gelagat
Tungku mukanya menyala kesan tersengat
Pandangannya hanya tertuju pada belikat
Dipatahkan atau jadikan pekat

Bersandar pada dipan tua
Dirinya kini hanya tersenyum murja
Tempo lalu tersibuk dunia
Kini masih tak berdaya

Wajah riangnya terkubur dalam
Ujung bibir tak sedikitpun buat poles senyum
Dingin sekalipun tersulut erupsi yang geram
Lamunnya buat setitik hujan diujung mata tak teredam

Lantun lagu syahdu pun didendangkan
Bernafas senar dawai menentramkan
Pijaknya kini pada nada bergemingkan
Terlukis dari pipi yang perlahan dinaikkan

Oleh seorang perasa tak dikenali
Laranya kini hilang bagai diterpa arus ilusi
Sekejap mendatangi
Sekejap memulangi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.